Kamis, 25 Juni 2015

Analisis Sosiologi Sastra Cerpen



Sosiologi sastra
Cerpan ‘Tamu’ karya Hamsad Rangkuti
Di analisis oleh:
Nama : Anju Arwani (A1B114016)
Kelas : 2/B Reguler
Np Hp : 082306839310
Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah

PENDAHULUAN
            Sosiologi sastra berasal dari kata sosiologi dan sastra. Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Kemudian sastra dari akar kata sas (sanskerta) berarti mengarahkan, mengajarkan, memberi petunjuk dan intruksi. Akhiran Tra berarti alat atau sarana. Merujuk dari definisi tersebut, keduanya memiliki objek yang sama yaitu manusia dan masyarakat. Meskipun demikian, hakikat sosiologi dan sastra sangat berbeda bahkan bertentangan secara dianetral.
            Menurut KBBI sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang di pengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideology politik dan sosialnya, kondisi ekonomi dan khalayak yang di tujukan.
            Sosiologi sastra tidak terlepas dari manusia dan masyarakat yang bertumpu pada karya sastra sebagai objek yang di bicarakan. Sosiologi sebagai suatu pendekatan terhadap karya sastra yang masih mempertimbangkan karya sastra dan segi-segi sosial.
            Endraswara dalam bukunya Metodologi pengajaran Sastra, memberi pengertian bahwa sosiologi sastra adalah penelitian yang terfokus pada masalah manusia karena sastra sering mengungkapkan perjuangan umat manusia dalam menentukan masa depannya,berdasarkan imajinasi, perasaan, dan intuisi (2003: 76).
            Sosiologi sastra dapat meneliti melalui tiga perspektif, pertama, perspektif teks sastra, artinya peneliti menganalisisnya sebagai sebuah refleksi kehidupan masyarakat dan sebaliknya. Kedua, perspektif biologis yaitu peneliti menganalisis dari sisi pengarang. Perspektif ini akan berhubungan dengan kehidupan pengarang dan latar kehidupan sosial dan budayanya. Ketiga, perspektif reseptif, yaitu peneliti menganalisis penerimaan masyarakat terhadap teks sastra.
PEMBAHASAN
Cerpan ‘Tamu’ karya Hamsad rangkuti adalah cerpen yang di terbitkan oleh TEMU SASTRAWAN INDONESIA jambi 2008 dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi dalam buku antalogi cerpan Senarai Batanghari, didalam cerpen yang berjudul ‘Tamu’ ini mengkisahkan kehidupan sosiologi, tamu yang di ceritakan dalam cerpen ini adalah kedatangan orang terhormat, yaitu bupati karanganyar Ibu Hj. Rina Iriani, ke kawasan wisata lereng gunung Lawu, Lawu merupakan desa yang memiliki berbagai macam keindahan budaya, keasrian alam, dan segala sumber daya alam menjadi sumber mata pencaharian penduduk.
Buah naga yang menjadi icon karanganyar banyak dibudidayakan di Lewu, masyarakat setempat menanam tanaman buah naga sebagai tanaman perkebunannya, penjelasan tersebut di perkuat dengan tanah yang dapat di tanami buah naga adalah dataran tinggi, sekitaran gunung, dan beriklim sejuk.
Adapun analisis sosiologi cerpen ini, dapat kita lihat dari sudut pandang sosial pengarang, isi cerpen itu sendiri, dan sosial masyarakat yang di kenai dalam cerpen.
1.     Sosial pengarang
Hamsad Rangkuti lahir di titikuning, Medan, Sumatera Utara, 7 Mei 1943, Umur 71 tahun, ia merupakan sastrawan Indonesia yang menulis cerita pendek yang telah banyak terkenal, nama asli sastrawan ini adalah Hasyim Rangkuti.
            Bersama lima saudaranya Hamsad Rangkuti melewatkan masa kecilnya di kisaran asahan Sumatera Utara. Dia suka menemani bapaknya, yang bekerja sebagai penjaga malam dan merangkap sebagai guru ngaji, dan juga Hamsad membantu ibunya menjual buah di pasar, dan juga ia menjadi buruh pencari ulat di perkebunan tembakau.
            Kareana tak mampu berlangganan Koran dan membeli buku, Hamsad rajin membeca Koran tempel di kantor wadana setempat. Dari Koran-koran itulah ia berkenalan dengan karya-karya para pengarang terkenal, seperti Anton Chekov, Ernest Hemingway, Maxi Gorki. O.Hendry, dan Pramoedya ananta Toer.
            Dilihat dari cerpen ini, Nampak sekali bahwasanya kehidupan di sekitar pegunungan kental sekali di rasakan pengarang, cerpen Tamu menceritakan tentang daerah pegunungan tepatnya di Lewu, hal inilah yang berpengaruh kepada tempat latar cerpen ini di ceritakan.
            Yang menjadi sangat bertolak belakan adalah cerpen tamu ini menceritakan kehidupan sosial, pariwisata, budaya dan politik kabupaten karanganyar, sedangkan ia lahir dan tinggal di daerah umatera Utara, apa yang sebenarnya membuat pengarang mengarang cerpen ini dengan mengisahkan kehidupan masyarakat daerah sekitaran karanganyar Jawa Tengah? Mungkin karena ada pengalaman dengan daerah Lewu bagi pengarang, atau pengarang mengisahkan dan membuat cerpen ini dari sebuah cerita salah satu warga masyarakat karanganyar.
            Dalam cerpen tamu mengisahkan kehidupan sosial politik yang juga ada tergambar, mungkin pengarang termotivasi untuk membuat cerpen ini karena sering membaca Koran-koran yang sarat dengan berita politik.
2.     Isi cerpen sebagai cerminan masyarakat
Sebagai karya sastra, yang di dalamnya merupakan cerminan dari kehidupan sosial masyarakat, yang membuat cerpen ini seperti sebuah kejadian yang benar-benar terjadi tampa ada sebuh fiksi di dalamnya, cerpen ‘Tamu´dalam analisis sosialnya menceritakan kehidupan  masyarakat Lewu di lihat dari keindahan pariwisata yang di dukung oleh keasrian alam yang masih terjaga,tepatnya di sekitar lereng pegunugan, kemudian budaya yang masih kental membuat sebuah daya tarik yang menimbulkan ke khasan, yang menjadi titik utama dalam cerpen ini adalah perkebunan masyarakat sekitar yang menanam buah naga, yang merupakan ikon dari kabupaten karanganyar, karna itulah dalam cerpen ini di ceritakan bupati karanganyar yang ingin berkunjung ke desa Lewu, ingin melihat keindahan desa Lewu, dan ingin memetik buah naga secara langsung di kebun masyarakat, kemudian ia juga ingin memasak buah naga tersebut yang di petiknya. Di dalam cerpen ini juga di ceritakan adanya sebuah kesenjangan antara orang yang berpangkat yang duduk di dalam pemerintahan, yang setidaknya kita tahu bahwa kehidupan yang di rasakannya mempengaruhi prilakunya, walaupun dia merupakan wakil rakyat yang menjadi lawan kesenjangannya, yaitu rakyat yang di pimpinnya.
Dilihat dari budaya masyarakat setempat sangat menjunjung tinggi adat-istiadat, kita dapat melihatnya dari penumbukan lesung atas penyambutan kedatangan tamu orang-orang penting, Lesung ada sejarahnya dari nenek moyang dahulu, kehidupan sosial dahulu telah tercermin dan menjadi panutan dalam masyarakat Lewu sekarang, yang tidak dapat di tinggalkan lagi karena telah mendarah daging, semuanya karena ada nya menghargai adat-istiadat budaya yang talah ada sejak dahulu.
Perbedaan kehidupan sosial sangat jelas di gambarakan, menggambarkan sebuah kehidupan sosial masyarakat desa yang mata pencahariannya bergantung dengan alam, kegotong royongan yang kental, alam yang asri,dan tempat penggambaran cerita di lereng gunung di sebuah pedesaan. Kemudian dikaitkan dengan politik yang tergambar dari kedatangan para wakil rakyat yang kehidupan sosialnya yang setiap saat membicarakan tentang politik, pemerintahan, perkotaaan dll, pada saat mereka bertamu di desa lewu, maka terbawa lah suasana cerita yang kebudaya-budayaan dengan ususr politik di dalamnya.
3.     Dampak bagi masyarakat terhadap cerpen (pembaca)
Cerpen ini menggambarkan kehidupan alam, sosial, dan politik yang di satukan menjadi padu dalam karya sastra cerpen, dengan berbagai konflik yang tidak secara langsung menggambarkan ketegangan, namun konflik yang terjadi seolah-olah bermain di belakang, maksudnya adalah, konflik yang tergambar hanya di gambarkan melalui karakter jiwa tokoh, yang tidak sepaham dengan tokoh yang lain.
            Pembaca dapat mengambil sebuah inti dari cerpen tersebut melalui karakter jiwa tokoh yang sangat tidak sejalan, yang mana masyarakat lewu sangat menghargai dan menghormati atas kedatangan bupati, namun bupati sendiri tidak terlalu melirik masyarakat disana, baginya hanyalah menjadikan daerah tersebut menjadi tempat wisata yang banyak di kunjungi, dan menjadikan ikon kabupaten karanganyar.
            Cerpen ini menceritakan kepada pembaca salah satu bentuk kepolitikan penguasa terhadap pariwisata di suatu daerah,  apa yang sebenarnya terjadi terhadap kepedulian para wakil rakyat yang duduk di pemerintahan terhadap masyarakat sebenarnya, dan cerpen ini juga menceritakan bahwasanya wakil rakyat juga manusia biasa yang pastinya memiliki gaya hidup yang mengikuti kondisi hidupnya, tidak bisa dipungkiri bahwa gaya hidup merupakan gengsi. Dalam cerpen ini dimana di gambarkan seorang bupati yang bersikap sangat memperhatikan gaya hidupnya, digambarkan seorang bupati yang cantik, modis, ibu-ibu pejabat yang sosialita, yang memandang kehidupan di desa tidak sebanding dengannya, namun bupati ini bisa mengambil hati masyarakat, sikap dan prilakunya berbeda sesuai dengan kondisi, di depan masyarakat ia sangat professional, menunjukkan kewibawaannya, dan dekat dengan rakyat.
            Pembaca sebagai objek yang di kenai dalam karya sastra dapat mengambil pelajaran dari isi yang terkandung dalam karya sastra, cerpen tamu mengajarkan kepada kita bahwasanya sikap menghormati adalah sebuah kebaikan, dan merupakan sebuah sikap yang mulia, apalagi menghormati tamu. Bertamu juga dapat membuat seakraban, apalagi di dalam cerpen Tamu ini, sang bupati berkunjung ke salah satu desa yang di urusnya, sangatlah patut seorang bupati mendekatkan diri dengan rakyatnya, namun yang perlu di ingat bahwasanya, tujuan kita bertamu tidak di dasari oleh niat jahat, bertamu harus ikhlas, dan jangan bertamu karena Cuma ada sesuatu yang di anggap penting semata.
PENUTUP
            Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa cerpen Tamu karya Hamsad Rangkuti menceritakan tentang kehidupan sosial budaya yang di kaitkan dengan politik pemerintahan di daerah karanganyar, yang memberikan gambaran kehidupan hubungan masyarakat dan wakil rakyat.

DAFTAR PUSTAKA
 Bahan ajar Teori Sastra Oleh EM.Yogiswara sebagai dosen pengampu mata kuliah Teori Sastra.
Wkikipedia.com (Biografi  Hamsad Rangkuti)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar