Kamis, 25 Juni 2015

Analisis Puisi Belantara Sepi Dari Alamsyah



Analisis unsur batin
Puisi Belantara sepi karya Alamsyah
Dosen pengampu : EM Yogiswara
Oleh : Anju Arwani
NIM : A1B114016
Kelas : 2/B Reguler
Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah


DAFTAR ISI

Daftar Isi ……………………….…………………………………………………  i
BAB I Pendahuluan ………………………………………………………………. 1
1.1.Latar Belakang……………………………………………………………… 1
1.2.Rumusan masalah…………………………………………………………… 1
1.3.Tujuan……………………………………………………………………….. 1
BAB II Pembahasan ……………………………………………………………… 2
  2.1. Profil penulis……………………………………………………………..    2
2.2. Mengapa saya memilih menganalisis puisi belantara sepi?......................    3
2.3. Strutur batin dalam puisi belantara sepi....................................................    3
          2.3.1. Feeling (perasaan)...........................................................................    3
          2.3.2. Tema……………………………………………………………....    4
          2.3.3. Nada………………………………………………………………    4
          2.3.4.Amanat…………………………………………………………….    4
BAB III Penutup ………………………………………………………………….. 5
     Kesimpulan…………………………………………………………………    5
Daftar Pustaka …………………………………………………………………….. 6

BAB I
PENDAHULUAN
1.     Latar Belakang
Puisi merupakan karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan,dipersingkat,dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias.puisi dapat tercipta dengan indah karena ada unsur-unsur penting yang mendukung di dalamnya.adapun unsur-unsur itu menurut para ahli terbagi menjadi dua bagian yaitu struktur fisik dan struktur batin.
Dalam analisis kali ini,hanya menganalisis struktur batin dari puisi lokal yaitu puisi Belantara sepi karya Alamsyah,dimana akan mengupas Tema,perasaan,nada,dan amanat yang terkandung sekaligus sebagai unsur yang membangun puisi ini.
2.     Rumusan Masalah
1.     Apakah tema,amanat,perasaan dan nada dalam puisi belantara sepi?
2.     Apakah makna yang terkandung dalam puisi belantara sepi?
3.     Tujuan
1.     Mengetahui tema yang terkandung dalam puisi belantara sepi
2.     Memahami perasaan yang di ungkapkan dalam puisi belantara sepi
3.     Mengetahui nada yang digunakan dalam puisi belantara sepi
4.     Mendapatkan amanat yang ingin disampaikan dalam penyair dalam puisi belantara sepi


BAB II
PEMBAHASAN
BELANTARA SEPI
Oleh : Alamsyah
tak ada cahaya di sini
angin memalas
jemari langit cengkeram ujung
belati mimpi melata di cermin
pecah mengabu
lelehan mendung merintih
isakan letih merembes
hingga teritisan kalbu
beku

aku tersesat di sini
belantara sepi
padang gersang jiwa
panggang resahresah
aku hilang
di tengah kemelut hari
ternyata danau senja
tak ada
muka hampa menangkap
mata
jantan kelelawar
enggan berkelana
sengeti, Desember 2010
buku:Antalogi Puisi”Kepak Angsa Putih”
hal 1
1.     Profil penulis
Nama Alamsyah,Lahir di sengeti tanggal 1 April 1989,hobi menulis puisi sejak duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Atas,dan merupakan Alumni Mahasiwa Program Studi Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi.

2.     Mengapa saya memilih menganalisis Puisi Belantara Sepi ini?
Kata-kata yang di gunakan dalam puisi ini hampir semua baris nya memakai kata bergaya bahasa,yang lebih dominan ialah gaya bahasa Personifikasi yang di gunakan.tidak hanya itu,kata-kata dalam puisi ini juga tepat dengan penggambaran keadaan isi puisi yang ingin di sampaikan ke pembaca.
3.     Struktur Batin Dalam Puisi Belantara Sepi:
1.     Feeling (perasaan)
Dalam puisi belantara sepi menggambarkan perasaan AKU yang sedang di rundung rasa kebingungan,rasa kegelisahan,putus asa dan kekhawatiran,kekhawatiran tersebut terlihat dari penggunaan katanya,dari awal hingga akhir terpusat kepada sebuah perasaan yaitu rasa khawatir.
Terlihat dari bait akhir puisi ini yang menyatakan suatu kekhawatiran terhadap dirinya sendiri:
aku tersesat di sini
belantara sepi
padang gersang jiwa
panggang resahresah
aku hilang
di tengah kemelut hari
ternyata danau senja
tak ada
muka hampa menangkap
mata
jantan kelelawar
enggan berkelana

Dari bait di atas,betapa khawatirnya Aku dalam puisi tersebut,seperti tidak memiliki arah hidup dan seperti apa yang di tunggu-tunggu selama ini ternyata sia-sia.
2.     Tema
Tema dalam puisi belantara sepi yaitu penyesalan si AKU,dimana apa yang di gambarkan dalam puisi itu dari rasa kebingungan,rasa kegelisahan,putus asa dan kekhawatiran semuanya merupakan bagian dari perasaan-perasaan penyesalannya.
3.     Nada
Nada dalam puis belantara sepi menggunakan nada kepasrahan,dimana pada saat kita membacanya,ada sebuah rasa putus asa atau kepasraan dari si AKU,di aplikasikan dengan ekspresi menggeram misalnya.terlihat dari kutipan di bawah ini:
tak ada cahaya di sini
angin memalas
jemari langit cengkeram ujung
belati mimpi melata di cermin
pecah mengabu
lelehan mendung merintih
isakan letih merembes
hingga teritisan kalbu
beku

4.     Amanat
Amanat atau pesan yang dapat di ambil dalam puisi ini bahwasanya setiap manusia pernah atau pasti mengalami sebuah kegagalan,dengan kegagalan itulah seharusnya sebagai manusia kita harus mengintropeksi diri mana yang kurang dalam perbuatan kita,agar kedepannya kita menjadi pribadi yang baik lagi.



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dapat di simpulkan bahwa puisi belantara sepi banyak menggunakan majas personofikasi melalui kata-kata yang di gambarkan,kemudian puisi ini mengisahkan sebuah keputus asaan dan penyesalan yang mendalam dari si AKU karena kesia-siaan apa yang ia perbuat,hal itu terlihat dari keseluruhan kata-kata dalam puisi tersebut.kemudian nada pembacaan dalam puisi ini dapat kita gunakan nada yang seperti bagaimana kita merasakan sebuah penyesalan,kemelut dalam jiwa,bisa di aplikasikan dengan ekspresi menggeram pada saat membacanya.pesan yang dapat diambil dalam puisi belantara sepi ialah bahwasanya kegagalan bukan sebuah hal yang harus di sesali,tetapi kegagalan merupakan awal dari sebuah kesuksesan,jangan ada kata menyerah di dalam hidup,dan yakinlah,dimana ada niat di situ ada jalan.


Daftar Pustaka
Sudaryono.2011.Antalogi Puisi kepak angsa putih.JambiVisual:Lembaga Swadaya Mandiri.
Bahan Ajar Toeri Sastra PBS FKIP UNJA 2015 oleh : EM Yogiswara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar