Analisis unsur batin
Puisi Belantara sepi karya Alamsyah
Dosen
pengampu : EM Yogiswara
Oleh
: Anju Arwani
NIM
: A1B114016
Kelas
: 2/B Reguler
Pendidikan
Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah
DAFTAR ISI
Daftar
Isi ……………………….………………………………………………… i
BAB
I Pendahuluan ………………………………………………………………. 1
1.1.Latar
Belakang……………………………………………………………… 1
1.2.Rumusan
masalah…………………………………………………………… 1
1.3.Tujuan……………………………………………………………………….. 1
BAB
II Pembahasan ……………………………………………………………… 2
2.1. Profil penulis…………………………………………………………….. 2
2.2. Mengapa saya memilih menganalisis puisi belantara sepi?...................... 3
2.3. Strutur batin dalam puisi belantara sepi.................................................... 3
2.3.1. Feeling (perasaan)........................................................................... 3
2.3.2. Tema…………………………………………………………….... 4
2.3.3. Nada……………………………………………………………… 4
2.3.4.Amanat……………………………………………………………. 4
BAB
III Penutup ………………………………………………………………….. 5
Kesimpulan………………………………………………………………… 5
Daftar
Pustaka …………………………………………………………………….. 6
BAB
I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Puisi
merupakan karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan,dipersingkat,dan diberi
irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias.puisi dapat tercipta
dengan indah karena ada unsur-unsur penting yang mendukung di dalamnya.adapun
unsur-unsur itu menurut para ahli terbagi menjadi dua bagian yaitu struktur
fisik dan struktur batin.
Dalam
analisis kali ini,hanya menganalisis struktur batin dari puisi lokal yaitu
puisi Belantara sepi karya
Alamsyah,dimana akan mengupas Tema,perasaan,nada,dan amanat yang terkandung
sekaligus sebagai unsur yang membangun puisi ini.
2.
Rumusan
Masalah
1. Apakah
tema,amanat,perasaan dan nada dalam puisi
belantara sepi?
2. Apakah
makna yang terkandung dalam puisi belantara
sepi?
3.
Tujuan
1. Mengetahui
tema yang terkandung dalam puisi belantara
sepi
2. Memahami
perasaan yang di ungkapkan dalam puisi belantara
sepi
3. Mengetahui
nada yang digunakan dalam puisi belantara
sepi
4. Mendapatkan
amanat yang ingin disampaikan dalam penyair dalam puisi belantara sepi
BAB
II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
BELANTARA
SEPI
Oleh : Alamsyah
tak
ada cahaya di sini
angin
memalas
jemari
langit cengkeram ujung
belati
mimpi melata di cermin
pecah
mengabu
lelehan
mendung merintih
isakan
letih merembes
hingga
teritisan kalbu
beku
aku
tersesat di sini
belantara
sepi
padang
gersang jiwa
panggang
resahresah
aku
hilang
di
tengah kemelut hari
ternyata
danau senja
tak
ada
muka
hampa menangkap
mata
jantan
kelelawar
enggan
berkelana
sengeti,
Desember 2010
buku:Antalogi
Puisi”Kepak Angsa Putih”
hal
1
1. Profil penulis
Nama Alamsyah,Lahir di
sengeti tanggal 1 April 1989,hobi menulis puisi sejak duduk di kelas 2 Sekolah
Menengah Atas,dan merupakan Alumni Mahasiwa Program Studi Bahasa dan Sastra
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi.
2. Mengapa saya memilih menganalisis
Puisi Belantara Sepi ini?
Kata-kata
yang di gunakan dalam puisi ini hampir semua baris nya memakai kata bergaya
bahasa,yang lebih dominan ialah gaya bahasa Personifikasi yang di gunakan.tidak
hanya itu,kata-kata dalam puisi ini juga tepat dengan penggambaran keadaan isi
puisi yang ingin di sampaikan ke pembaca.
3.
Struktur
Batin Dalam Puisi Belantara Sepi:
1. Feeling
(perasaan)
Dalam puisi belantara
sepi menggambarkan perasaan AKU yang sedang di rundung rasa kebingungan,rasa
kegelisahan,putus asa dan kekhawatiran,kekhawatiran tersebut terlihat dari
penggunaan katanya,dari awal hingga akhir terpusat kepada sebuah perasaan yaitu
rasa khawatir.
Terlihat dari bait akhir puisi ini yang menyatakan
suatu kekhawatiran terhadap dirinya sendiri:
aku
tersesat di sini
belantara
sepi
padang
gersang jiwa
panggang
resahresah
aku
hilang
di
tengah kemelut hari
ternyata
danau senja
tak
ada
muka
hampa menangkap
mata
jantan
kelelawar
enggan
berkelana
Dari bait di atas,betapa khawatirnya Aku dalam puisi
tersebut,seperti tidak memiliki arah hidup dan seperti apa yang di
tunggu-tunggu selama ini ternyata sia-sia.
2. Tema
Tema dalam puisi belantara
sepi yaitu penyesalan si AKU,dimana apa yang di gambarkan dalam puisi itu
dari rasa kebingungan,rasa kegelisahan,putus asa dan kekhawatiran semuanya
merupakan bagian dari perasaan-perasaan penyesalannya.
3. Nada
Nada dalam puis belantara
sepi menggunakan nada kepasrahan,dimana pada saat kita membacanya,ada
sebuah rasa putus asa atau kepasraan dari si AKU,di aplikasikan dengan ekspresi
menggeram misalnya.terlihat dari kutipan di bawah ini:
tak
ada cahaya di sini
angin
memalas
jemari
langit cengkeram ujung
belati
mimpi melata di cermin
pecah
mengabu
lelehan
mendung merintih
isakan
letih merembes
hingga
teritisan kalbu
beku
4. Amanat
Amanat
atau pesan yang dapat di ambil dalam puisi ini bahwasanya setiap manusia pernah
atau pasti mengalami sebuah kegagalan,dengan kegagalan itulah seharusnya
sebagai manusia kita harus mengintropeksi diri mana yang kurang dalam perbuatan
kita,agar kedepannya kita menjadi pribadi yang baik lagi.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Dapat
di simpulkan bahwa puisi belantara sepi banyak
menggunakan majas personofikasi melalui kata-kata yang di gambarkan,kemudian
puisi ini mengisahkan sebuah keputus asaan dan penyesalan yang mendalam dari si
AKU karena kesia-siaan apa yang ia perbuat,hal itu terlihat dari keseluruhan
kata-kata dalam puisi tersebut.kemudian nada pembacaan dalam puisi ini dapat
kita gunakan nada yang seperti bagaimana kita merasakan sebuah
penyesalan,kemelut dalam jiwa,bisa di aplikasikan dengan ekspresi menggeram
pada saat membacanya.pesan yang dapat diambil dalam puisi belantara sepi ialah bahwasanya kegagalan bukan sebuah hal yang
harus di sesali,tetapi kegagalan merupakan awal dari sebuah kesuksesan,jangan
ada kata menyerah di dalam hidup,dan yakinlah,dimana ada niat di situ ada
jalan.
Daftar
Pustaka
Sudaryono.2011.Antalogi Puisi kepak angsa putih.JambiVisual:Lembaga
Swadaya Mandiri.
Bahan Ajar Toeri Sastra
PBS FKIP UNJA 2015 oleh : EM Yogiswara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar