Kamis, 19 Februari 2015

Perkembangan Dan Perjalanan Bahasa indonesia



KARYA ILMIAH POPULER
MK: MENULIS
Perkembangan dan Perjalanan Bahasa Indonesia


DOSEN PENGAMPU : Dra.Nazurty,M.Pd
NAMA : Anju arwani
NIM : A1B114016
KELAS : 1/B
PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
TAHUN 2014-2015



BAB I
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan suatu Negara yang memiliki banyak pulau yang pada setiap pulaunya terdiri dari berbagai macam suku bangsa serta bahasa yang berbeda-beda.
Nusantara dari sabang sampai merauke yang begitu luas tentunya sangat sulit bagi Indonesia untuk mempersatukan diri,terlebih lagi dengan perbedaan bahasa tersebut,maka dari itu bahasa Indonesia adalah bahasa yang lahir sebagai bahasa pemersatu segenap masyarakat Indonesia.
Tentunya bahasa pemersatu ini tidak lepas dari sejarah yang begitu panjang yang melahirkannya,proses panjang yang di lalui membuat bahasa Indonesia mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.
Bayangkan saja apabila Indonesia tidak memiliki bahasa pemersatu sampai sekarang,pasti Indonesia tidak akan pernah lahir sampai sekarang,maka dari itu betapa penting nya bahasa pemersatu terlebih lagi peran bahasa Indonesia bagi Indonesia.
 
1.     Sejarah Lahirnya Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia asal mulanya berasal dari bahasa melayu yang sebagian besar berasal dari kepulauan Sumatera dan Malaysia. Apalagi pengaruh dari kerajaan sriwijaya yang mengembangkan bahasa melayu,karena bahasa melayu bahasa yang paling mudah di pelajari,tidak rumit,sederhana,dan mudah di mengerti.
Hal tersebut di perkuat dengan adanya bukti penggunaan bahasa melayu dalam berbagai prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya diantaranya prasasti kedukan bukit di Palembang,prasasti talang tuo di palembang,dan prasasti karang berahi di bangko merangin jambi.
Perkembangan penyebaran agama islam di Indonesia juga berpengaruh besar dalam perkembangan bahasa melayu,bahasa melayu yang di adopsi banyak dari bahasa arab,sementara itu penyebaran agama islam berkembang pesat pada masa itu.
Terlebih lagi pada masa colonial belanda,bahasa melayu di gunakan dalam kepengurusan administrasi bagi kalangan pegawai pribumi. Sehingga bahasa melayu di gunakan sebagai bahasa pergaulan ( lingua pranca ).
2.     Factor yang menjadikan bahasa melayu sebagai bahasa nasional
Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional bangsa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu. Bahasa itu tumbuh dan berkembang sejak sebelum diangkat sebagai bahasa persatuan pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
Jika kita meninjau kembali asal-usul Bahasa Indonesia, akan muncul beberapa pertanyaan, “Mengapa justru Bahasa Melayu yang diangkat sebagai bahasa Nasional? Bukan bahasa Jawa atau Sunda yang jumlah penuturnya lebih banyak daripada Bahasa Melayu ?”

Jawaban pertanyaan di atas adalah sebagai berikut. Ada beberapa factor yang memungkinkan diangkatnya bahasa Melayu sebagai Bahasa Nasional diantaranya :

1. Sejak lama, dari masa Sriwijaya juga Malaka yang saat itu merupakan pusat perdagangan, pusat agama, dan ilmu pengetahuan, Bahasa Melayu telah digunakan sebagai Lingua Franca atau bahasa perhubungan di berbagai wilayah Nusantara. Dengan bantuan para pedagang dan penyebar agama, bahasa Melayu tersebar ke seluruh pantai Nusantara, terutama di kota-kota pelabuhannya. Akhirnya, bahasa ini lebih dikenal oleh penduduk Nusantara dibandingkan dengan bahasa Jawa, Sunda, atau bahasa daerah lainnya.

2. Sistem aturan bahasa Melayu, baik kosakata, tata bahasa, atau cara berbahasa, mempunyai sistem yang lebih praktis dan sederhana sehingga lebih mudah dipelajari. Sementara itu bahasa Jawa atau Sunda mempunyai sistem bahasa yang lebih rumit. Dalam kedua bahasa itu dikenal aturan tingkat bahasa yang cukup ketat. Ada tingkat bahasa halus, sedang, kasar, bahkan sangat kasar, dengan kosakata dan struktur yang berlainan. Akibatnya tentu saja lebih sukar dan memakan waktu lama untuk dipelajari.

3. Kebutuhan yang sangat mendesak yang dirasakan oleh para pemimpin dan tokoh pergerakan akan adanya bahasa pemersatu yang dapat mengatasi perbedaan bahasa dari masyarakat Nusantara yang memiliki sejumlah bahasa daerah. Bahasa itu harus sudah dikenal khalayak dan tidak terlalu sukar dipelajari. Kriteria terpenuhi oleh bahasa Melayu sehingga akhirnya bahasa inilah yang dipilih dan ditetapkan sebagai bahasa Indonesia atau bahasa nasional.
4.  Penggunaan Bahasa Melayu Dalam Persurat-Kabaran
Faktor Pendukung Keempat Keberterimaan Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Indonesia Adalah Telah Digunakanya Bahasa Melayu Dalam Persuratkabaran Di Nusantara. Rosidi Mengungkapkan Bahwa pada Akhir Abad Ke-19 Banyak Sura tkabar Yang Dicetak Mengunakan Bahasa Melayu Itu Adalah Bintang Timoer Mulai sejak Tahun1862 Di Surabaya, Pelita Ketjil Mulai Tahun 1882 Di Padang Dan Bianglala Mulai Tahun 1867 Di Jakarta. Dengan Demikian Terlihat Bahwa Eksistensi Bahasa melayu Sejak Masa Kejayaan Sriwijaya Hingga Sumpah Pemuda Pada Tahun 1928 Telah Diakui Baik Oleh Masyarakat Pribum Di Nusantara dengan Berbagai Suku Bangsa maupun Oleh Masyarakat Asing Yang Hidup Dan Berdagang Di Nusantara Maupun Asia Tenggara. Keberadaan Bahasa Melayu Itu Diakui Baik Dalam Dunia Perdagangan, Dunia Kesusasteraan Maupun dalam Dunia Persuratkabaran.
5.  Berterimanya Pengunaan Bahasa Melayu Dalam Sastra
Faktor Pendukung Kedua  Keberterimaan Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Indonesia Adalah Telah Banyaknya Penggunaan Bahasa Melayu Baik Bahasa Melayu Tinggi Maupun Bahasa Melayu Rendah Dalam Hasil-hasil Sastra.  Rosidi (1968:5) Mengungkapkan Bahwa Sejak Abad Ke-19 Telah Banyak Hasil-hasil Sastra Berbahasa Melayu Yang Di Tulis Oleh Orang-orang Yang Berasal Dari Luar Kepulauan Riau Dan Sumatera. Hasil-hasil Sastra Melayu Yang Ditulis Dalam Bahasa Melayu Tinggi Sangat Banyak Dan Termasuk Kesusasteraan Yang Kaya Di Nusantara. Dan Ada Di Antara Karya Itu Yang Usianya Sudah Berabad-abad.
Dalam Perkembangannya Pada Akhir Abad Ke-19 Atau Awla Abad Ke-20 Banyak Roman Yang Mengisahkan Kehidupan Nyata Sehari-hari Dan Dimuat Dalam Suratkabar Mengunakan Bahasa Melayu Rendah Atau Pergaulan  Sehari-hari. Penulisnya Pun Berasal Dari Berbagai Daerah. Dalam Catatan Sejarah Sastra Indonesia, Juga Dicatat Dalam Awal Perkembangan Kesusateraan Nasional Indonesia Dihitung Sejak Tahun 1920 Ketika Penerbit Balai Pustaka Pertama Kali Menerbitkan Roman Mengunakan Bahasa Melayu Tinggi Dengan Judul  Azab dan Sengsara Karangan Merari Siregar. Sejak Itu, Balai Pustaka Berturut-turut Menerbitkan Roman-roman Menggunakan Bahasa Melayu.
3.    Pengaruh bahasa lain dalam penggunaan bahasa melayu di Indonesia
Bahasa Indonesia yang kita pergunakan sekarang ini tidak sama lagi dengan bahasa Melayu pada masa kerajaan Sriwijaya, masa kerajaan Malaka, masa Balai Pustaka, bahkan dengan bahasa Melayu di Malaysia sekarang ini. Secara perlahan bahasa Melayu tumbuh dan berkembang menjadi bahasa Indonesia, yang karena berbagai hal waktu, politik, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi ia pun berkembang hingga dalam wujudnya kini. Bahasa Indonesia kini jauh berbeda dengan bahasa asalnya, Bahasa Melayu.

Sebagai bahasa yang hidup, yang dipakai sebagai alat komunikasi dan perhubungan antarsuku yang memiliki bahasa daerah sendiri-sendiri, maka pengaruh kedaerahan pun tidak dapat dihindari lagi. Begitu pula akibat kontak dengan berbagai negara di dunia, unsur bahasa asing pun masuk ke dalam khazanah bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kalau kita telusuri tidak sedikit unsur asing seperti bahasa Sansekerta, Tamil, Cina, Arab, Persia, Belanda, Inggris, dan sebagainya. Atau unsur daerah dari bahasa Sunda, Jawa, Madura, Bali, Minangkabau, Ambon, dan sebagainya, terdapat dalam perbendaharaan Bahasa Indonesia.
Perkembangan Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia Seperti Sekarang Diperkaya Oleh Barbagai Bahasa Daerah,bahasa sanskerta dan bahasa Asing.
 Pemerkayaan Bahasa Indonesia Tersebut Terutama dalam Hal Pemerkayaan Kosakata Bahasa Daerah Dan Bahasa Asing Adalah Seperti Berikut Ini:
A.    Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Sanskerta

Negara
 Agama
 Neraka
 Sorga
 Raja
Bangsa
Singgasana
Sengsara
Dewa
Pujanga
Duka
Bahasa
Putra
Saudara
anugerah

B.    Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa daerah

·       Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Jawa Seperti tempe, rampung, mepet, lugu, lestari.
·      
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Sunda Seperti oncom, nyahok.

·       Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Banjar Seperti gambut.
·       Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa (Daerah) Papua Seperti koteka.

·        Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Minangkabau Seperti himbau, rendang, inang, datuk.

·        Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Palembang Seperti mpek-mpek, mantan.

·        Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Batak Seperti horas.

C.    Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa asing

·       Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Arab Seperti shalat, imam, mamum, kitab, kalam, khabar, akhirat, arwah, ilmu, infak, khilaf, khutba, makmur.
·      
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Belanda Seperti asisten, advokad, arsip, gubernur, abonemen, residen, provinsi, kondektur, masinis, amtenar, sepur, tromol, kopling, klakson, balkon.
·      
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Inggris Seperti analisis, sintesis, hipotesis, struktur, instruktu, formal, aktual,tim, pensil, standar, manajemen, abstrak, akselerasi.
·      
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Portugis Seperti sepatu, celana,lentera, jendela.
·      
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Tamil Seperti slogam, materei, pualam.
·      
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Perancis Seperti salut, trotoar.
·      
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Pasri Seperti Peduli.kenduri.
·      
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa China Seperti bakwan, bakso, bakmi, tauco, tauge.
·      
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Jepang Seperti samurai, karate, judo, kimono.


4.    Kedudukan bahasa Indonesia

A.    Bahasa Indonesia sebagai Identitas Nasional
Termaktub dalam sumpah pemuda 1928 yang berbunyi :
Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe bertoempah darah satoe, Tanah Air Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe berbangsa satoe,
Bangsa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia
mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia
B.    Bahasa Indonesia sebagai Kebanggaan Bangsa
dibuktikan dengan masih digunakannya Bahasa Indonesia sampai sekarang ini. Berbeda dengan negara-negara lain yang terjajah, mereka harus belajar dan menggunakan bahasa negara persemakmurannya. Contohnya saja India, Malaysia, dll yang harus bisa menggunakan Bahasa Inggris.
C.    Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi
dibuktikan dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam berbagai macam media komunikasi. Misalnya saja Buku, Koran, Acara pertelevisian, Siaran Radio, Website, dll. Karena Indonesia adalah negara yang memiliki beragam bahasa dan budaya, maka harus ada bahasa pemersatu diantara semua itu. Hal ini juga berkaitan dengan Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional sebagai Alat pemersatu Bangsa yang berbeda Suku, Agama, ras, adat istiadat dan Budaya.
D.    Bahasa Indonesia sebagai Alat pemersatu Bangsa yang berbeda Suku, Agama, ras, adat istiadat dan Budaya
E.    Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan
dibuktikan dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.
F.    Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan
G.    dibuktikan dengan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak juga harus berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek)
H. Bahasa Indonesia sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah.
I.     Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi



DAFTAR PUSTAKA
http://ardiwit.blogspot.com/2013/09/sejarah-perkembangan-bahasafungsi-dan.html