KARYA ILMIAH POPULER
MK: MENULIS
Perkembangan dan
Perjalanan Bahasa Indonesia
DOSEN PENGAMPU : Dra.Nazurty,M.Pd
NAMA : Anju arwani
NIM : A1B114016
KELAS : 1/B
PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
TAHUN 2014-2015
BAB I
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan
suatu Negara yang memiliki banyak pulau yang pada setiap pulaunya terdiri dari
berbagai macam suku bangsa serta bahasa yang berbeda-beda.
Nusantara dari sabang
sampai merauke yang begitu luas tentunya sangat sulit bagi Indonesia untuk
mempersatukan diri,terlebih lagi dengan perbedaan bahasa tersebut,maka dari itu
bahasa Indonesia adalah bahasa yang lahir sebagai bahasa pemersatu segenap
masyarakat Indonesia.
Tentunya bahasa
pemersatu ini tidak lepas dari sejarah yang begitu panjang yang
melahirkannya,proses panjang yang di lalui membuat bahasa Indonesia mengalami
perkembangan dari waktu ke waktu.
Bayangkan saja apabila
Indonesia tidak memiliki bahasa pemersatu sampai sekarang,pasti Indonesia tidak
akan pernah lahir sampai sekarang,maka dari itu betapa penting nya bahasa pemersatu
terlebih lagi peran bahasa Indonesia bagi Indonesia.
1.
Sejarah Lahirnya Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia asal mulanya berasal dari bahasa
melayu yang sebagian besar berasal dari kepulauan Sumatera dan Malaysia.
Apalagi pengaruh dari kerajaan sriwijaya yang mengembangkan bahasa
melayu,karena bahasa melayu bahasa yang paling mudah di pelajari,tidak
rumit,sederhana,dan mudah di mengerti.
Hal tersebut di perkuat dengan adanya bukti
penggunaan bahasa melayu dalam berbagai prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya
diantaranya prasasti kedukan bukit di Palembang,prasasti talang tuo di
palembang,dan prasasti karang berahi di bangko merangin jambi.
Perkembangan penyebaran agama islam di Indonesia
juga berpengaruh besar dalam perkembangan bahasa melayu,bahasa melayu yang di
adopsi banyak dari bahasa arab,sementara itu penyebaran agama islam berkembang
pesat pada masa itu.
Terlebih lagi pada masa colonial belanda,bahasa
melayu di gunakan dalam kepengurusan administrasi bagi kalangan pegawai
pribumi. Sehingga bahasa melayu di gunakan sebagai bahasa pergaulan ( lingua
pranca ).
2.
Factor yang menjadikan bahasa melayu sebagai bahasa
nasional
Bahasa
Indonesia sebagai bahasa Nasional bangsa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu.
Bahasa itu tumbuh dan berkembang sejak sebelum diangkat sebagai bahasa
persatuan pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
Jika kita
meninjau kembali asal-usul Bahasa Indonesia, akan muncul beberapa pertanyaan,
“Mengapa justru Bahasa Melayu yang diangkat sebagai bahasa Nasional? Bukan
bahasa Jawa atau Sunda yang jumlah penuturnya lebih banyak daripada Bahasa
Melayu ?”
Jawaban pertanyaan di atas adalah sebagai berikut. Ada beberapa factor yang memungkinkan diangkatnya bahasa Melayu sebagai Bahasa Nasional diantaranya :
1. Sejak lama, dari masa Sriwijaya juga Malaka yang saat itu merupakan pusat perdagangan, pusat agama, dan ilmu pengetahuan, Bahasa Melayu telah digunakan sebagai Lingua Franca atau bahasa perhubungan di berbagai wilayah Nusantara. Dengan bantuan para pedagang dan penyebar agama, bahasa Melayu tersebar ke seluruh pantai Nusantara, terutama di kota-kota pelabuhannya. Akhirnya, bahasa ini lebih dikenal oleh penduduk Nusantara dibandingkan dengan bahasa Jawa, Sunda, atau bahasa daerah lainnya.
2. Sistem aturan bahasa Melayu, baik kosakata, tata bahasa, atau cara berbahasa, mempunyai sistem yang lebih praktis dan sederhana sehingga lebih mudah dipelajari. Sementara itu bahasa Jawa atau Sunda mempunyai sistem bahasa yang lebih rumit. Dalam kedua bahasa itu dikenal aturan tingkat bahasa yang cukup ketat. Ada tingkat bahasa halus, sedang, kasar, bahkan sangat kasar, dengan kosakata dan struktur yang berlainan. Akibatnya tentu saja lebih sukar dan memakan waktu lama untuk dipelajari.
3. Kebutuhan yang sangat mendesak yang dirasakan oleh para pemimpin dan tokoh pergerakan akan adanya bahasa pemersatu yang dapat mengatasi perbedaan bahasa dari masyarakat Nusantara yang memiliki sejumlah bahasa daerah. Bahasa itu harus sudah dikenal khalayak dan tidak terlalu sukar dipelajari. Kriteria terpenuhi oleh bahasa Melayu sehingga akhirnya bahasa inilah yang dipilih dan ditetapkan sebagai bahasa Indonesia atau bahasa nasional.
Jawaban pertanyaan di atas adalah sebagai berikut. Ada beberapa factor yang memungkinkan diangkatnya bahasa Melayu sebagai Bahasa Nasional diantaranya :
1. Sejak lama, dari masa Sriwijaya juga Malaka yang saat itu merupakan pusat perdagangan, pusat agama, dan ilmu pengetahuan, Bahasa Melayu telah digunakan sebagai Lingua Franca atau bahasa perhubungan di berbagai wilayah Nusantara. Dengan bantuan para pedagang dan penyebar agama, bahasa Melayu tersebar ke seluruh pantai Nusantara, terutama di kota-kota pelabuhannya. Akhirnya, bahasa ini lebih dikenal oleh penduduk Nusantara dibandingkan dengan bahasa Jawa, Sunda, atau bahasa daerah lainnya.
2. Sistem aturan bahasa Melayu, baik kosakata, tata bahasa, atau cara berbahasa, mempunyai sistem yang lebih praktis dan sederhana sehingga lebih mudah dipelajari. Sementara itu bahasa Jawa atau Sunda mempunyai sistem bahasa yang lebih rumit. Dalam kedua bahasa itu dikenal aturan tingkat bahasa yang cukup ketat. Ada tingkat bahasa halus, sedang, kasar, bahkan sangat kasar, dengan kosakata dan struktur yang berlainan. Akibatnya tentu saja lebih sukar dan memakan waktu lama untuk dipelajari.
3. Kebutuhan yang sangat mendesak yang dirasakan oleh para pemimpin dan tokoh pergerakan akan adanya bahasa pemersatu yang dapat mengatasi perbedaan bahasa dari masyarakat Nusantara yang memiliki sejumlah bahasa daerah. Bahasa itu harus sudah dikenal khalayak dan tidak terlalu sukar dipelajari. Kriteria terpenuhi oleh bahasa Melayu sehingga akhirnya bahasa inilah yang dipilih dan ditetapkan sebagai bahasa Indonesia atau bahasa nasional.
4. Penggunaan Bahasa Melayu Dalam
Persurat-Kabaran
Faktor Pendukung Keempat Keberterimaan Bahasa
Melayu Sebagai Bahasa Indonesia Adalah Telah Digunakanya Bahasa Melayu Dalam
Persuratkabaran Di Nusantara. Rosidi Mengungkapkan Bahwa pada Akhir Abad Ke-19
Banyak Sura tkabar Yang Dicetak Mengunakan Bahasa Melayu Itu Adalah Bintang
Timoer Mulai sejak Tahun1862 Di Surabaya, Pelita Ketjil Mulai Tahun 1882 Di
Padang Dan Bianglala Mulai Tahun 1867 Di Jakarta. Dengan Demikian Terlihat
Bahwa Eksistensi Bahasa melayu Sejak Masa Kejayaan Sriwijaya Hingga Sumpah
Pemuda Pada Tahun 1928 Telah Diakui Baik Oleh Masyarakat Pribum Di Nusantara
dengan Berbagai Suku Bangsa maupun Oleh Masyarakat Asing Yang Hidup Dan
Berdagang Di Nusantara Maupun Asia Tenggara. Keberadaan Bahasa Melayu Itu
Diakui Baik Dalam Dunia Perdagangan, Dunia Kesusasteraan Maupun dalam Dunia
Persuratkabaran.
5. Berterimanya
Pengunaan Bahasa Melayu Dalam Sastra
Faktor Pendukung Kedua Keberterimaan Bahasa
Melayu Sebagai Bahasa Indonesia Adalah Telah Banyaknya Penggunaan Bahasa Melayu
Baik Bahasa Melayu Tinggi Maupun Bahasa Melayu Rendah Dalam Hasil-hasil
Sastra. Rosidi (1968:5) Mengungkapkan Bahwa Sejak Abad Ke-19 Telah Banyak
Hasil-hasil Sastra Berbahasa Melayu Yang Di Tulis Oleh Orang-orang Yang Berasal
Dari Luar Kepulauan Riau Dan Sumatera. Hasil-hasil Sastra Melayu Yang Ditulis
Dalam Bahasa Melayu Tinggi Sangat Banyak Dan Termasuk Kesusasteraan Yang Kaya
Di Nusantara. Dan Ada Di Antara Karya Itu Yang Usianya Sudah Berabad-abad.
Dalam Perkembangannya Pada Akhir Abad Ke-19 Atau
Awla Abad Ke-20 Banyak Roman Yang Mengisahkan Kehidupan Nyata Sehari-hari Dan
Dimuat Dalam Suratkabar Mengunakan Bahasa Melayu Rendah Atau Pergaulan
Sehari-hari. Penulisnya Pun Berasal Dari Berbagai Daerah. Dalam Catatan Sejarah
Sastra Indonesia, Juga Dicatat Dalam Awal Perkembangan Kesusateraan Nasional
Indonesia Dihitung Sejak Tahun 1920 Ketika Penerbit Balai Pustaka Pertama Kali
Menerbitkan Roman Mengunakan Bahasa Melayu Tinggi Dengan Judul Azab dan
Sengsara Karangan Merari Siregar. Sejak Itu, Balai Pustaka Berturut-turut
Menerbitkan Roman-roman Menggunakan Bahasa Melayu.
3.
Pengaruh bahasa lain dalam
penggunaan bahasa melayu di Indonesia
Bahasa Indonesia yang kita pergunakan sekarang ini
tidak sama lagi dengan bahasa Melayu pada masa kerajaan Sriwijaya, masa
kerajaan Malaka, masa Balai Pustaka, bahkan dengan bahasa Melayu di Malaysia
sekarang ini. Secara perlahan bahasa Melayu tumbuh dan berkembang menjadi bahasa
Indonesia, yang karena berbagai hal waktu, politik, sosial budaya, ilmu
pengetahuan dan teknologi ia pun berkembang hingga dalam wujudnya kini. Bahasa
Indonesia kini jauh berbeda dengan bahasa asalnya, Bahasa Melayu.
Sebagai bahasa yang hidup, yang dipakai sebagai alat komunikasi dan perhubungan antarsuku yang memiliki bahasa daerah sendiri-sendiri, maka pengaruh kedaerahan pun tidak dapat dihindari lagi. Begitu pula akibat kontak dengan berbagai negara di dunia, unsur bahasa asing pun masuk ke dalam khazanah bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kalau kita telusuri tidak sedikit unsur asing seperti bahasa Sansekerta, Tamil, Cina, Arab, Persia, Belanda, Inggris, dan sebagainya. Atau unsur daerah dari bahasa Sunda, Jawa, Madura, Bali, Minangkabau, Ambon, dan sebagainya, terdapat dalam perbendaharaan Bahasa Indonesia.
Sebagai bahasa yang hidup, yang dipakai sebagai alat komunikasi dan perhubungan antarsuku yang memiliki bahasa daerah sendiri-sendiri, maka pengaruh kedaerahan pun tidak dapat dihindari lagi. Begitu pula akibat kontak dengan berbagai negara di dunia, unsur bahasa asing pun masuk ke dalam khazanah bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kalau kita telusuri tidak sedikit unsur asing seperti bahasa Sansekerta, Tamil, Cina, Arab, Persia, Belanda, Inggris, dan sebagainya. Atau unsur daerah dari bahasa Sunda, Jawa, Madura, Bali, Minangkabau, Ambon, dan sebagainya, terdapat dalam perbendaharaan Bahasa Indonesia.
Perkembangan Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia
Seperti Sekarang Diperkaya Oleh Barbagai Bahasa Daerah,bahasa sanskerta dan
bahasa Asing.
Pemerkayaan
Bahasa Indonesia Tersebut Terutama dalam Hal Pemerkayaan Kosakata Bahasa Daerah
Dan Bahasa Asing Adalah Seperti Berikut Ini:
A. Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata
Bahasa Sanskerta
Negara
Agama
Neraka
Sorga
Raja
Bangsa
Singgasana
Sengsara
Dewa
Pujanga
Duka
Bahasa
Putra
Saudara
anugerah
B. Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata
Bahasa daerah
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa
Jawa Seperti tempe, rampung, mepet, lugu, lestari.
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Sunda Seperti oncom, nyahok.
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Sunda Seperti oncom, nyahok.
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa
Banjar Seperti gambut.
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa
(Daerah) Papua Seperti koteka.
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata
Bahasa Minangkabau Seperti himbau, rendang, inang, datuk.
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata
Bahasa Palembang Seperti mpek-mpek, mantan.
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata
Bahasa Batak Seperti horas.
C. Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata
Bahasa asing
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa
Arab Seperti shalat, imam, mamum, kitab, kalam, khabar, akhirat, arwah, ilmu,
infak, khilaf, khutba, makmur.
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Belanda Seperti asisten, advokad, arsip, gubernur, abonemen, residen, provinsi, kondektur, masinis, amtenar, sepur, tromol, kopling, klakson, balkon.
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Belanda Seperti asisten, advokad, arsip, gubernur, abonemen, residen, provinsi, kondektur, masinis, amtenar, sepur, tromol, kopling, klakson, balkon.
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Inggris Seperti analisis, sintesis, hipotesis, struktur, instruktu, formal, aktual,tim, pensil, standar, manajemen, abstrak, akselerasi.
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Inggris Seperti analisis, sintesis, hipotesis, struktur, instruktu, formal, aktual,tim, pensil, standar, manajemen, abstrak, akselerasi.
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Portugis Seperti sepatu, celana,lentera, jendela.
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Portugis Seperti sepatu, celana,lentera, jendela.
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Tamil Seperti slogam, materei, pualam.
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Tamil Seperti slogam, materei, pualam.
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Perancis Seperti salut, trotoar.
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Perancis Seperti salut, trotoar.
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Pasri Seperti Peduli.kenduri.
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Pasri Seperti Peduli.kenduri.
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa China Seperti bakwan, bakso, bakmi, tauco, tauge.
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa China Seperti bakwan, bakso, bakmi, tauco, tauge.
·
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Jepang Seperti samurai, karate, judo, kimono.
Bahasa Indonesia Diperkaya Oleh Kosakata Bahasa Jepang Seperti samurai, karate, judo, kimono.
4.
Kedudukan bahasa Indonesia
A. Bahasa Indonesia sebagai
Identitas Nasional
Termaktub dalam sumpah pemuda 1928 yang berbunyi :
Kami
poetera dan poeteri Indonesia mengakoe bertoempah darah satoe, Tanah Air
Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe berbangsa satoe,
Bangsa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia
mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia
Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe berbangsa satoe,
Bangsa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia
mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia
B. Bahasa Indonesia sebagai
Kebanggaan Bangsa
dibuktikan
dengan masih digunakannya Bahasa Indonesia sampai sekarang ini. Berbeda dengan
negara-negara lain yang terjajah, mereka harus belajar dan menggunakan bahasa
negara persemakmurannya. Contohnya saja India, Malaysia, dll yang harus bisa
menggunakan Bahasa Inggris.
C. Bahasa Indonesia sebagai alat
komunikasi
dibuktikan
dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam berbagai macam media komunikasi.
Misalnya saja Buku, Koran, Acara pertelevisian, Siaran Radio, Website, dll.
Karena Indonesia adalah negara yang memiliki beragam bahasa dan budaya, maka
harus ada bahasa pemersatu diantara semua itu. Hal ini juga berkaitan dengan
Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional
sebagai Alat pemersatu Bangsa yang berbeda Suku, Agama, ras, adat istiadat dan
Budaya.
D. Bahasa
Indonesia sebagai Alat pemersatu Bangsa yang berbeda Suku, Agama, ras, adat
istiadat dan Budaya
E. Bahasa
Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan
dibuktikan
dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI
1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara,
peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.
F. Bahasa
Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan
G.
dibuktikan dengan pemakaian bahasa
Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman
kanak-kanak, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak juga harus
berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku
yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Cara ini akan sangat membantu
dalam meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu
pengetahuan dan teknolologi (iptek)
H. Bahasa
Indonesia sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah.
I. Bahasa
Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi
DAFTAR PUSTAKA
http://ardiwit.blogspot.com/2013/09/sejarah-perkembangan-bahasafungsi-dan.html