Minggu, 21 Desember 2014

TUJUAN MEMAHAMI BACAAN





.

MK : MEMBACA
TUJUAN MEMAHAMI BACAAN




DOSEN PENGAMPU : Dr.Kamarudin,M.Pd
NAMA : Anju arwani
NIM : A1B114016
KELAS : 1/B
PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
TAHUN 2014-2015

     


 A .  Tujuan membaca

Tujuan membaca dapat di klasifikasikan menjadi dua bagian yaitu tujuan membaca secara umum dan tujuan membaca secara khusus.
Secara umum, tujuan membaca adalah:
1.      mendapatkan informasi.
2.      memperoleh pemahaman.
3.      memperoleh kesenangan.
Sedangkan secara khusus, tujuan membaca adalah:
1.      memperoleh informasi faktual.
2.      memperoleh keterangan tentang sesuatu yang khusus dan problematis.
3.      memberikan penilaian kritis terhadap karya tulis seseorang.
4.      memperoleh kenikmatan emosi.
5.      mengisi waktu luang.

B.   Tujuan memahami bacaan
Tujuan memahami bacaan yang perlu ditekankan adalah kata “memahami” itu berarti membaca bukan sekedar mengeluarkan suara tetapi disini sangat di tuntut untuk kesungguhan dalam membaca nya,agar keseluruhan isi bacaan dapat di pahami dengan baik.
Secara garis besar Terbagi menjadi dua bagian:
A.    Tujuan membaca karya sastra
B.    Tujuan membaca bacaan ilmiah
Di bawah ini bagan tujuan memahami bacaan:

A.    Tujuan membaca karya sastra
Karya sastra adalah sebuah hasil seni yang merupakan hasil pemikiran manusia yang di tuangkan/mengomunikasikan ide ke dalam berbagai bentuk yang indah yang bernilai estetika tinggi.
Contoh karya sastra seperti puisi,pantun,syair,drama,cerpen,dll.
Sebagaimana yang telah di jelaskan di bagan bahwasanya,tujuan membaca karya sastra meliputi:
·       Memperoleh nilai kehidupan
Didalam karya sastra terkandung nilai kehidupan yang dapat diambil setelah kita membaca sebuah karya sastra,nilai-nilai kehidupan seperti nilai moral,agama,social dll. Nilai-nilai tersebut sebagai acuan berkehidupan bagi pembaca,disana terkandung nilai yang patut di contoh dan nilai yang tidak patut contoh.
·       Mengisi waktu luang
Karya sastra bersifat ringan,dan dapat di baca kapan saja,pada waktu santai,maka karya sastra dapat memberikan maanfaat pada waktu luang,dimana saat membaca nya tidak harus di pusing untuk memahaminya tetapi hanya sebagai sampingan untuk dapat sebuah nilai-nilai kebaikan
·       Mendapatkan hiburan
Tentunya karya sastra bersifat unik dan bernilai seni tinggi,bahasa-bahasa yang di gunakan bervariatif dan menceritakan/menggambarkan kehidupan sehari-hari,sehingga apabila membacanya,kita seolah-olah masuk ke dalam suasana nya,tentunya fantasi ini membuat kita terhibur.
·       Menikmati nilai keindahan
Sama hal nya dengan membaca karya sastra untuk mendapatkan hiburan,kita dapat mengambil nilai keindahan dari suasana cerita,seperti cerita novel laskar pelangi yang menggambarkan ketangguhan anak-anak desa dalam mencari ilmu,serta keindahan alam Indonesia yang di gambarkan di sana.




B.    Tujuan membaca bacaan ilmiah
Bacaan ilmiah suatu bacaan  yang membahas suatu masalah berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang didapat dari suatu penelitian, baik penelitian lapangan, tes laboratorium, ataupun kajian pustaka yang didasarkan pada pemikiran (metode) ilmiah yang logis dan empiris.
Contoh bacaan ilmiah seperti makalah,artikel,paper,laporan kegiatan dll.
Sebagaimana yang telah di jelaskan di bagan,bahwasanya tujuan membaca bacaan ilmiah adalah:
·       Memperoleh informasi
Bacaan ilmiah mengandung banyak informasi yang bersifat fakta yang merupakan hasil temuan manusia yang merupakan Sumber informasi yang dapat di serap bagi pembacanya,masalah-masalah yang berkaitan dengan bacaan ilmiah biasanya masalah terkini dan actual.
·       Memperkaya ilmu pengetahuan
Ilmu pengetahuan tidak lepas dari hal-hal yang berkaitan dengan fakta,yang memberikan suatu kebenaran yang akan di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.berbagai karya ilmiah telah ditemukan,yang merupakan pengetahuan yang sangat bermanfaat,maka dari itu,pembaca karya ilmiah akan mendapatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat yang belum ia ketahui.
·       Menumbuhkan daya kreasi
Bacaan ilmiah sebagai acuan untuk pembaca menumbuhkan daya cipta dan kreasinya,melalui konsep-konsep yang tersedia,maka pembaca akan tertarik untuk mengembangkan dan mempraktikkan nya dalam kehidupan sehari-hari.bisa jadi apa yang di kembangkan juga merupakan penciptaan ilmu yang berguna bagi kehidupan.
Sebenarnya membaca memahami tidak lepas dari tujuan yang ingin di capai,hal-hal yang berkenaan dengan penunjang agar proses memahami isi bacaan perlu di optimalkan,agar seperangkat proses berjalan dengan baik,sehingga tercapai tujuan memahami isi bacaan.


Daftar isi

Materi membaca semester 1 oleh Dr.Kamarudin,M.Pd selaku dosen pengampu MK : membaca prodi pend.bahasa sastra Indonesia dan daerah FKIP UNIVERSITAS JAMBI


Senin, 15 Desember 2014

Materi membaca semester 1


MK : MEMBACA
MATERI MATA KULIAH MEMBACA
Semester 1


DOSEN PENGAMPU : Dr.Kamarudin,M.Pd
NAMA : Anju arwani
NIM : A1B114016
KELAS : 1/B

PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI
TAHUN 2014-2015

 




DAFTAR ISI
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….........1
A.PENGERTIAN MEMBACA MENURUT PARA AHLI…………………………………..2
B.HAKIKAT MEMBACA………………………………………………………………........3
C.JENIS-JENIS MEMBACA……………………………………………………………........3
D.MEMBACA PEMAHAMAN………………………………………………………….......4
E.MACAM-MACAM CARA MEMBACA………………………………………………......4



A.     PENGERTIAN MEMBACA MENURUT PARA AHLI

Membaca adalah proses memahami suatu bacaan dan mampu mengambil informasi yang terdapat dalam bacaan tersebut.

Merurut saya,membaca adalah suatu tuntutan mencari informasi dari bacaan dengan menggunakan ilmu kebahasaan dan perasaan.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi membaca menurut para ahli:

  MIKKEL BIRKEGAARD
Membaca adalah sebuah proses rumit, mulai dari kata di halaman di hadapanmu sampai suara yang meninggalkan bibirmu. Membaca adalah kombinasi dari mengenali simbol dan pola, menghubungkannya dengan suara dan mengumpulkannya menjadi suku kata sampai akhirnya kita mampu menginterpretasikan arti sebuah kata

  NORA EPHRON
Membaca merupakan cara yang sangat sehat untuk mengobati attention deficit disorder1

  ISMAIL KUSMAYADI
Membaca amerupakan proses yang kompleks karena proses ini melibatkan kegiatan fisik dan mental

  DAUD FIRMANSYAH
Membaca merupakan tahap penting dalam proses perkembangan anak karena membaca merupakan gerbang pertama untuk menuju proses pembejaran yang lebih kompleks

  SRI WAHYUNI
Membaca merupakan proses yang bersifat fisik dan psiklogis

  BURNS DKK, 1984
Membaca adalah suatu kegiatan kompleks yang melibatkan serangkaian proses mental karena secara garis besar ada 2 hal dasar dalam membaca, yaitu proses membaca dan produk membaca

  ROOIJAKERS
Membaca merupakan suatu cara atau suatu sarana untuk memelihara tingkat pengetahuan sendiri serta untuk menambah pengetahuan baru

  SULARTO, WANDI, PAX BENEDANTO
Membaca merupakan fungsi yang sangat penting artinya bagi kemajuan tingkat peradaban manusia

  DINNA FERDIANTI
Membaca merupakan ketrampilan berbahasa yang harus sering dilatih. Semakin sering berhadapan dengan bacaan, semakin terampillah kita membaca


B.     HAKIKAT MEMBACA
Hakikat membaca sebenarnya adalah  :
·       Memperoleh pesan
Yaitu kegiatan mencari informasi yang belum di ketahui dari sebuah bacaan.
Membaca memperoleh pesan pada dasarnya suatu kegiatan alami yang di pengaruhi oleh dua factor yaitu:
v Factor intern,meliputi waktu,sarana dan guru.
v Factor ekstern,meliputi kepentingan atau tuntutan dalam membaca.
·       Melisankan
Membaca teks bacaan dengan topik tertentu dengan tujuan menyampaikan kepada khalayak/penyimak.
Membaca melisankan membutuhkan keterampilan yang di peroleh dari belajar,itu berarti di tuntut ada nya pengetahuan kebahasaan yang meliputi:fenom,kata,frase,dan semantik.serta harus memiliki kepekaan rasa dan dapat berfikir kritis.

C.     JENIS-JENIS MEMBACA
Jenis-jenis membaca terbagi menjadi tiga bagia yaitu:
1.     Berdasarkan aktivitasnya
v Membaca oral
Yaitu membaca dengan mengeluarkan suara
v Membaca dalam hati
Membaca dengan tidak bersuara,membaca cukup mengerti untuk diri sendiri.
2.     Berdasarkan tingkatnya
v Membaca pemulaan
v Membaca lanjutan
v Membaca orang dewasa
3.     Berdasarkan kecepatannya
v Membaca  refleksi
Yaitu membaca untuk membuat sesuatu,atau untuk mempersiapkan sesuatu,membaca nya bersifat ringan,contohnya membaca buku resep-resep.
v Membaca studi
Yaitu membaca dengan berusaha semaksimal mungkin memahami serta mengingat bacaan,contohnya membaca buku pelajaran untuk persiapan ujian.
v Membaca cepat
Terbagi menjadi dua bagian yaitu:
§  Membaca skiming,yaitu membaca dengan ingin mengetahui hal-hal penting
§  Membaca scaning,yaitu membaca dengan ingin mengetahui hal-hal tertentu misalnya mencari sebuah topic berita tertentu.
§   
D.    MEMBACA PEMAHAMAN
Membaca pemahaman yaitu membaca untuk mengerti isi dari sebuah bacaan
Dalam memahami sebuah bacaan,tentunya setiap orang berbeda-beda sesuai dengan factor-faktor yang melatarbelakanginya,adapun factor-faktor tersebut seperti:
·       Pembendaharaan kata
·       Akrab dengan struktur bacaan
·       Minat pembaca dalam bacaan
·       Jangkauan mata
·       Kecepatan interpretasi
·       Kemampuan intelektual
·       Tujuan membaca akrab dengan ide bacaan
·       Kecepatan membaca keluasan pengetahuan

E.     MACAM-MACAM CARA MEMBACA

A. Membaca Nyaring dan Membaca dalam Hati


Membaca nyaring merupakan proses mengkomunikasikan isi bacaan (dengan nyaring) kepada orang lain. Karena tujuan utamanya mengkomunikasikan isi bacaan, maka si pembaca bukan hanya dituntut harus mampu melafalkan dengan suara nyaring lambing-lambang bunyi bahasa saja, melainkan juga dituntut harus mampu melakukan proses pengolahan agar pesan-pesan atau muatan makna yang terkandung dalam lambing-lambang bunyi bahasa tersebut dapat tersampaikan secara jelas dan tepat oleh orang-orang yang mendengarnya. Dengan demikian, jelaslah bahwa proses membaca nyaring sesungguhnya bukanlah hal yang mudah. Soedarso (1998:18) mengatakan bahwa saya membaca nyaring lebih sulit dibandingkan dengan membaca dalam hati.

B. Membaca Ekstensif dan Membaca Intensif

Membaca ekstensif merupakan membaca yang dilakukan secara luas. Pada siswa diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam hal memiliki baik jenis maupun lingkup bahan-bahan bacaan yang dibacanya. Program membaca ini sangat besar manfaatnya dalam memberikan aneka pengalaman yang sangat luas kepada para siswa yang mengikutinya.

 Membaca ekstensif meliputi tiga jenis membaca yakni:

1. Membaca Survey

Membaca survey adalah sejenis kegiatan membaca dengan tujuan untuk mengetahui gambaran umum ikhwal isi serta ruang lingkup dari bahan bacaan yang hendak dibaca. Oleh karena itu, dalam perakteknya pembaca hanya sekedar melihat atau menelaah bagian bacaan yang dianggap penting saja. Misalnya, judul, nama pengarang beserta pidatonya, judul, bab serta sub-sub bab, daftar indeks atau daftar buku-buku rujukan yang dipergunakannya. Dengan demikian membaca survey bukanlah membaca sebenarnya. Jadi, dapat dikatakan semacam kegiatan prabaca.

2. Membaca Sekilas

Membaca sekilas atau membaca Skimming adalah sejenis membaca yang membuat mata bergerak dengan cepat melihat dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan mendapatkan informasi secara cepat (Tarigan, 1990:32).
Soedarso (1998:32) mendefinisikan skimming sebagai keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien.

3. Membaca Dangkal

Membaca dangkal pada dasarnya merupakan kegiatan membaca untuk memperoleh pemahaman yang dangkal atau tidak terlalu mendalam dari bahan bacaan yang dibaca. Membaca jenis ini biasanya dilakukan bila pembaca bermaksud untuk mencari kesenangan atau kebahagiaan. Oleh karena itu, jenis bacaannya pun betul-betul merupakan jenis bacaan ringan.. Misalnya, majalah, novel, cerpen dan sebagainya. Membaca dangkal ini dilakukan dengan santai.


C. Membaca Intensif

Membaca intensif, merupakan program kegiatan membaca yang dilakukan secara saksama. Dalam membaca ini, para siswa hanya membaca satu atau beberapa pilihan dari bahan bacaan yang ada. Program membaca intensif merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis.

Jenis membaca intensif antara lain:

1. Membaca Teliti

Membaca ini bertujuan untuk memahami secara detail gagasan yang terdapat dalam terks bacaan tersebut untuk melihat organisasi penulisan atau pendekatan yang digunakan oleh si penulis.
Pembaca dalam hal ini selain dituntut untuk dapat mengenal dan menghubungkan kaitan anatara gagasan yang ada, baik yang terdapat dalam kalimat maupun maupun dalam setiap paragraf.

2. Membaca Pemahaman

Menurut Tarigan (1986:56) membaca pemahaman merupakan sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami standar-standar atau norma-norma kesastraan, resensi kritis, drama tulis, serta pola-pola fiksi.

3. Membaca Kritis

Membaca kritis adalah sejemis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analisis, dan bukan hanya mencari kesalahan.

4. Membaca Ide

Membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang bertujuan untuk mencari, memperoleh serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat dalam bacaan. Menurut Tarigan (1986:56) membaca idemerupakan kegitan membaca yang bertujuan untuk mencari jawaban atau pertanyaan berikut dari suatu bacaan: (a) mengapa hal itu merupakan judul atau topik yang baik; (b) masalah apa saja yang dikupas atau dibentangkan dalam bacaan tersebut; (c) hal-hal apa yang dipelajari dan yang dilakukan oleh sang tokoh.

5. Membaca Bahasa Asing

Membaca bahasa asing pada tataran yang lebih rendah umumnya bertujuan untuk memperbesar daya kata dan untuk mengembangkan kosakata, dalam tataran yang lebih luas tentu saja bertujuan untuk mencapai kefasihan.

6. Membaca Sastra

Membaca sastra merupakan kegiatan membaca karya sastra, baik dalam hubungannya dengan kepentingan apresiasi maupun dalam hubungannya dengan kepentingan studi dan kepentingan pengkajian.

D. Membaca Literal, Kritis dan Kreatif

Membaca literal meruapakan kegiatan membaca sebatas mengenal dan menangkap arti yang tertera secara tersurat. Artinya pembaca hanya berusaha menangkap informasi yang terletak secara literal dalam bacaan dan tidak berusaha menangkap makna yang lebih dalam lagi, yakni makna yang tersirat.

Membaca kritis adalah sejenis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analisis, dan bukan hanya mencari kesalahan belaka. Dengan membaca kritis pembaca akan dapat mencamkan lebih lama terhadap apa yang dibacanya dan dia pun akan empunyai kepercayaan diri yang lebih mantap daripada kalau dia membaca tanpa usaha berpikir kritis.

Membaca kritis merupakan kegiatan membaca untuk mendapatkan penilaian yang adil dan bijaksana. Menurut Harras (1998:45) untuk dapat melakukan kegitan membaca kritis, ada empat macam persyaratan pokok, yaitu: (1) pengetahuan tentang bidang ilmu yang disajikan dalam bahan bacaan yang sedang dibaca; (2) sikap bertanya dan sikap menilai yang tidak tergesa-gesa; (3) penerapan berbagai metode analisis yang logis atau penelitian ilmiah; (4) tindakan yang diambil berdasarkan analisis atau pemikiran tersebut.

Membaca kreatif merupakan proses membaca untuk mendapatkan nilai tambah dari pengetahuan yang baru yang terdapat dalam bacaan lewat jalan mengidentifikasi ide-ide yang menonjol atau mengkombinasikan pengetahuan yang sebelumnya pernah didapatkan.

Dalam proses membaca kreatif, pembaca dituntut untuk mencermati ide-ide yang dikemukakan oleh penulis kemudian membandingkannya dengan ide-ide yang sejenis yang mungkin saja berbeda-beda, baik berupa petunjuk, aturan, atau kiat-kiat tertentu. Selain itu, kemampuan membaca kreatif merupakan tingkatan tertinggi dari kemampuan membaca seseorang.

Menurut Harras (1998:49) pembaca dapat dikatakan pembaca kreatif andaikan memenuhi kreteria berikut: (1) Kegiatan membaca tidak berhenti sampai pada saat menutup buku; (2) mampu menerapkan hasil untuk kepentingan hidup sehari-hari; (3) munculnya perubahan sikap dan tingkah laku setelah proses membaca selesai; (4) hasil membaca berlaku sepanjang masa; (5) mampu menilai secara kritis dan kreatif bahan-bahan bacaan; (6) mampu memecahkan masalah kehidupan sehari-hari berdasarkan hasil bacaan yang tekah dibaca.


Daftar pustaka

Bahan ajar mata kuliah membaca semester 1 prodi pend.bahasa sastra Indonesia dan daerah FKIP UNIVERSITAS JAMBI dosen Dr.Kamarudin,M.Pd